oleh

Pengembang di Sumsel Khawatir dengan Pelaksanaan Perizinan PBG yang Belum Berjalan

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Di tahun 2021, Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sumatera Selatan berhasil merealisasikan pembangunan rumah subsidi sekitar 11.000 unit, dari target awal 15.000 unit. Sementara di 2022 ditargetkan sebanyak 15.000 unit.

Meski begitu, realisasi sangat tergantung pada kemudahan perizinan terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti syarat izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ketua DPD REI Sumatera Selatan (Sumsel), Zewwy Salim mengatakan,”peningkatan di tahun sebelumnya yang mana di tahun 2021 ada 157.500 unit ada kuota tambahan anggaran tambahan di tahun 2022. Untuk target di tahun 2022 kita tidak muluk muluk kita berharap di tahun 2022 ini target 15.000 unit itu bisa tercapai dan ekonomi membaik, karena hampir lebih kurang 2th kita terdampak efek pandemi covid-19 yang mana dampaknya mengubah semuanya,” katanya saat di wawancarai di kantornya, Rabu (18/1/2022)

Zewwy menambahakan,” realisasi sangat tergantung pada kemudahan perizinan terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Yang mana aturan PBG ini merupakan aturan turunan dari undang undang cipta kerja yang mana perizinan dari IMB sekarang sudah online,” terangnya.

 

Menurut Awy sapaan akrab sehari harinya,” pengurusan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa dilakukan melalui proses perizinan online. Mengurus IMB akan terintegrasi secara elektronik lewat Online Single Submission (OSS) dan nama IMB Itu sudah teralokasi menjadi PBG . Di sini ada timbul permasalahan sampai hari ini kami masih banyak kesulitan untuk mengurus perizinan terkait proyek baru hampir di seluruh kabupaten kota se- sumatera selatan dan secara nasional hampir terkendala. Kendalanya antara lain belum adanya perda distribusi di setiap kabupaten kota seluruh indonesia kedua tata ruang wilayah yang masih rancu.

Baca   DPC HAPI Muara Enim Segera Buka PKPA Bagi Calon Advokat

Saat ini pengembang di Sumatera Selatan (Sumsel) justru khawatir dengan pelaksanaan perizinan PBG yang belum berjalan. Kalau sampai kuartal 1-2022 belum berjalan juga, maka sektor properti terutama sektor rumah hunian bagi masyarakat ber- penghasilan rendah (MBR) akan tergerus hingga 20 %. Pembahasan dan pembuatan aturan PBG yang lama tentu saja membuat pengembang kewalahan, karena tidak bisa membangun di awal tahun ini, kecuali perumahan yang izinnya sudah keluar,” ujarnya.

” kalau PBG tidak segera ada kejelasan maka kemungkinan perekonomian Sumsel akan terdampak karena sektor properti menjadi salah satu penopang ekonomi di Bumi Sriwijaya,” tegasnya

Dikesempatan yang sama wakil Ketua Rumah Subsidi, Andi Sampurna Salam, mengungkapkan,” Realisasi tahun 2021 ada 11.000 dari target sekitar 15.000 faktor kendalanya karena ekonomi sedang turun efek dari pandemi covid-19, dan efek aturan dari perbankan la yang merelaksasi aturan untuk calon konsumen sehingga calon konsumen sedikit tergerus untuk di beberapa sektor,” ungkapnya.

“Karena relaksasi aturan perbankan tadi maka beberapa sektor sektor dari calon konsumen itu yang nota bene masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tadi agak sedikit tertahan, maka dari itu kita berharap di 2022 ini semua di buka dan kita kembali jalan,” harapnya.

” Untuk kalangan peminat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini random ada yang namanya face income fix income ASN TNI polri dan ada karyawan tetap dan wiraswasta, jadi seluruh kalangan boleh mengambil rumah selama dia memiliki penghasilan, akan tetapi penghasilan seperti apa itu ada analisis dari perbankan itu sendiri,” jelasnya.

Maka dari relaksasi yang di turunkan di tahun 2020-2021 itu sangat menganggu, mungkin baik bagi bank baik bagi kita baik bagi semua. Dengan harapan ekonomi baik relaksasi itu di lepas maka semua jalan lagi, kita harapkan sektor sektor seperti wiraswasta untuk kalangan MBR bisa untuk mengambil rumah,” pungkasnya. (WNA)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.