oleh

Bahasa Komering Akan Diusulkan Masuk dalam KBBI

-Berita-8 views

OKUT, SUMSELJARRAKPOS.com Bahasa daerah termasuk Bahasa Komering harus direvitalisasi demi menjaga agar jangan sampai bahasa daerah ini punah akibat tergerus zaman.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Umar Solikhan, M. Hum, dalam kegiatan Lokakarya Penyusunan Kamus Bahasa Komering pada Selasa (12/10/2021)

Balai Bahasa melakukan pembinaan, pengembangan, pelindungan bahasa dan sastra, termasuk Bahasa Komering yang harus tetap dilestarikan.”Tahun ini kami fokus kegiatan di OKU Timur khusus Komering,” katanya.

Kegiatan yang sudah dilakukan penelitian untuk penyusunan buku sastra lisan hiring-hiring dan melakulan revitalisasi sastra lisan maupun hiring-hiring,katanya.

Loka karya penyusunan kamus Bahasa Komering, untuk penyusunan kosa kata dan mengusulkan Kosa Komering untuk masuk dalam kamus besar Bahasa Indonesia,imbuhnya.

Tujuan selanjutnya membuat kamus lengkap bahasa Komering sebagai salah satu sarana konservasi bahasa Komering. Karena jika tidak dikonservasi bahasa daerah akan punah dan generasi akan meninggalkan bahasa daerah terlebih saat ini era globalisasi. Revitalisasi hiring-hiring sudah dilakukan.

Sekdin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur DR H Sopian Hadi, MM, berbicara kamus Bahasa Komering sangat kaya kosa katanya. Namun demikian penyusunan kamus Bahasa Komering dilakukan secara bertahap.

Diera i bahasa dunia tentu sangat diperlukan namun demikian jangan meninggalkan bahasa daerah. Bahasa Indonesia berasal dari berbagai bahasa termasuk didalamnya bahasa daerah.

Karena itu bahasa daerah harus dilestarikan, dengan bahasa daerah akan meningkatkan keakraban dan memupuk toleransi serta bisa mengenalkan satu sama lain. Dengan bahasa daerah akan menjaga perbedaan dalam keberagaman,katanya.

Lokakarya ini menghadirkan nara sumber kepala Balai Bahasa Sumel Drs Umar Solikhan, M.Hum, Peneliti Balai Bahasa Yeni Afrita, S. Pd. Dr Erwan Suryanegara Budayawan Sumsel, Muhammad Ridwan, S.Pd MM, Kabid Kebudayaan. (Ril/Red)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya