oleh

PJBN : Budaya Leluhur Nusantara Harga Mati ,Patut Di Jaga Dan Lestarikan

BANTEN, SUMSELJARRAKPOS.com – Ketua Garda Inti Satgas Paquron Jalan Banten Nusantara (PJBN) Tubagus Rahmad Sukendar hadiri Vaksinasi Massal Covid 19 Dan Gelar Budaya Leluhur bertempat di di Gedung Pramuka Kota Serang Banten, Sabtu (9/10/2021)

Kegiatan yang dihadiri juga oleh para sesepuh,ulama, guru silat, dan para ketua paguyuban silat sewilayah banten ,nampak terlihat hadir dari para ketua mulai TTKDH, Badak Banten,BPPKB , Terumbu Banten dan ratusan pendekar silat dari beberapa paquron yang ada di wilayah Propinsi Banten

Dalam kesempatan itu, Abah Kyai Muhtadin Dewan Furgoh PJBN mewakili Ketua Umum PJBN Abah Kyai Haji Tubagus Sangadiah menyampaikan sambutanya tentang perjuangan bangsa yang dicapai dalam mengapai kemerdekaan tidak serta merta diraih oleh peran Angkatan bersenjata pada saat itu. Melainkan turut andil besar didalamnya peran para laskar, partisan, rakyat jelata, petani, nelayan, guru ngaji dan pedagang.

”Salah satunya adalah para pendekar Silat yang ada di daerah-daerah. Mereka berjuang dari kampung ke kampung bergabung dengan TRI, BKR, Tentara Pelopor dan pada akhirnya dengan TNI menjadi kurier, agen intelejen, dan milisi untuk berjuang bersama-sama melawan penjajah dengan bela diri bersenjatakan tangan kosong, golok, dan bambu runcing. Oleh karenanya saya merasa bangga dan terhormat bisa berada ditengah-tengah para pendekar silat yang merupakan pejuang sejati,” dan Pejuang Pembangunan dan juga makna dari sumpah pemuda untuk benar dihayati , dimengerti dan dilaksanakan para Generasi Muda agar tidak luntur terhadap budaya leluhur ujar abuya abah Kyai Haji Muhtadin

Saat ini, lanjut Ketua Dewan Furgoh PJBN konteks perjuangan kita bukan lagi mengangkat senjata dan merebut kemerdekaan.

” Namun mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan leluhur kita sesuai dengan bidang masing-masing,” terangnya

Menurutnya, dengan tetap melestarikan seni beladiri pencak silat, seni budaya leluhur sebagai wujud menanamkan nilai-nilai luhur Pejuang Siliwangi yang silih asah, silih asuh, silih asih dan silih Wangi kepada para murid perguruan dan juga partisan merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan itu sendiri.

” Dengan keterampilan yang dimiliki para pendekar dapat turut menjaga kondusifitas wilayah dengan terus bekerja sama dengan aparatur kewilayahan yang ada. Karena prinsipnya mewujudkan wilayah aman dan kondusif merupakan kewajiban seluruh warga negara dimanapun berada,” ungkap abuya abah kyai haji Muhtadin

Sementara abah Kyai Haji Tubagus Sangadiah , dengan sapaan abah Sangadiah selaku Ketua Umum Paguron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) disaat wawancara dengan awak media mengaku senang dan terhormat atas kehadiran Tamu Undangan dan Para Pendekar dari berbagai Paquron se Banten serta dari perwakilan DPD PJBN dari Kota Serang, Cilegon, Lebak, Tangerang guna memberikan semangat persatuan bagi para pendekar silat yang ada di Propinsi Banten

” Kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi dan tukar fikiran agar kami selalu bisa memberikan kontribusi untuk negara dalam bidang pelestarian seni budaya dan seni beladiri bangsa yaitu pencak silat,” ujarnya.

Apalagi ini dipentaskan acara debus dari PJBN kota dan Kabupaten yang ada di wilayah Banten turut menyemarakkan acara pentas Budaya Leluhur pada hari ini, juga ada hadir dalam kegiatan antara lain, perwakilan dari Polda Banten , Kapolres Kota Serang , Dandim Serang dan perwakilan Paguron Pencak Silat Sekota Serang , acara ditutup dengan pemberian cindera mata golok ciomas dan plakat PJBN oleh Tb Rahmad Sukendar kepada Ketua PJBN Kota Serang (Rilis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya