oleh

Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Dukungan, Rubi Indiarta : Tempuh Jalur Hukum

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Pasca Musyawarah Daerah (Musda) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sumatera Selatan (Sumsel) diduga adanya indikasi tindak pidana pemalsuan tanda tangan dukungan kepada salah satu calon sehingga kemungkinan akan masuk proses hukum. 

Hal tersebut, seperti diungkapkan Rubi Indiarta, salah satu tim advokasi dari salah kandidat calon bahwa Ia menduga adanya indikasi pemalsuan tanda tangan dukungan kepada salah satu calon, sehingga hal ini kemungkinan akan berujung pada proses hukum, demikian kata Rubi, pada Sabtu (09/10/21) malam. 

“Musda rapi Sumsel yang di laksanakan pada Sabtu 9 September 2021 menyisakan suatu permasalahan. Musda RAPI Sumsel yang seyogyanya di laksanakan dengan aturan dan adem ayem, berakhir dengan menyisakan suatu permasalahan,”ungkap Rubi. 

Rubi yang juga salah satu tim advokasi dari salah satu kandidat, mengatakan sangat menyayangkan apa yang terjadi di Musda RAPI Sumsel tersebut,

“Kami menyayangkan apa yang telah terjadi dan adanya tindakan yang tidak benar serta merusak proses yang seharusnya. Lebih lagi terjadinya pemalsuan tanda tangan surat dukungan yang di lakukan oleh oknum serta tidak berkompetennya para panitia baik SC maupun OC, “tegasnya.

Sehingga sambung Rubi, pihak kami akan segera melaporkan kepihak berwajib kepolisian atas dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut yang di lakukan oleh oknum. Di mana salah satu panitia sudah mengakui dan sudah membuat pernyataan bahwa mereka telah keliru dan pernyataan tersebut juga sudah di sertai dengan berbentuk surat yang di beri materai sepuluh ribu.

“Nah kan jelas ada pengakuan dari salah satu panitia, dengan memberikan penyataan di atas kertas dibubuhi meterai, “terang nya.

Untuk itu masih kata Rubi kami akan melaporkan tindakan melawan hukum tersebut. Silahkan mereka yang sudah melakukan tindakan inkonstitusi serta yang berbuat melawan hukum untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah di lakukan.

“Dan kami pastikan bahwa siapapun yang sudah berbuat dia akan bertanggung jawab serta  semoga ke depan RAPI Sumsel bisa lebih baik lagi berjalan sesuai AD/ART, sehingga muncul orang-orang yang punya kapabilitas dan kapasitas yang baik untuk membangun RAPI lebih baik lagi.”pungkas nya.

Sebelumnya, dalam prosespelaksanaan Musda VIII, RAPI Daerah Sumsel 06 Tahun 2021 di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu (9/10) dinilai tidak sesuai AD ART. Pasalnya, dalam pemilihan Ketua RAPI Daerah Sumsel periode 2021-2025 ini terjadi pemalsuan tanda tangan pernyataan dukungan untuk salah satu calon.

Salah satu bakal calon ketua RAPI Sumsel Suparman Romans mengatakan, dirinya meminta diadakan Musda ulang karena Musda pada hari ini terjadi banyak pelanggaran.

“Ini berdampak pada hilangnya hak saya sebagai bakal calon ketua. Saya tidak mempermasalahkan dalam kompetisi ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi apabila proses mekanisme tidak melalui jalan yang benar, ada indikasi intimidasi, pemaksaan, ancaman, ini sudah tidak benar. Saya tidak bisa menerima hasil Musda hari ini,”ujarnya. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya