oleh

Empat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diciduk, Agus : Ada Setoran Setiap Bulan Ke Kades

MUARATARA, SUMSELJARRAKPOS.com – Empat pelaku tambang emas ilegal di aliran Sungai  Dusun 5, Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, berhasil diamankan petugas Sat Reskrim Polres Muratara, Rabu, (06/10/21).

Pelaku yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Muratara berinisial AGS (28), pelaku berasal dari wilayah Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, RD (21), RY dan DN (39) ketiganya warga Desa Suka Menang.

Sedangkan untuk 7 pelaku lainnya berhasil melarikan diri, saat petugas Sat Reskrim melakukan penggerebekan di lokasi tambang, termasuk bos Dompeng berinsial JTM (40) Warga Kecamatan Bakromo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Kasat Reskrim AKP Rahmad Dedy Hidayat mengatakan,  penangkapan sendiri dilakukan oleh Tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara di Tambang Ilegal Mining, dengan menempuh jalur darat atau berjalan kaki sejauh 2,5 Kilometer kelokasi tambang ilegal.

“Pelaku sudah tiga bulan melakukan penambangan emas ilegal diwilayah Karang Jaya,”kata Kasat Reskrim AKP Dedy.

lanjut, ia menjelaskan, petugas berhasil menemukan lahan dompeng yang diketahui milik Konik warga Desa Suka Menang Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, sedang beroperasi.

“Para pekerja yang melihat petugas datang, langsung kocar kacir melarikan diri, namun empat lainnya berhasil kita amankan,”terangnya.

Sementara lima orang yang berhasil melarikan diri yakni TN, RB, SP, Eko, JN yang semuanya warga Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Kasat menyebut, dari keterangan pelaku yang berhasil diamankan, mereka ini bekerja, dengan upah kerja bagi hasil dan juga persenan.

Penangkapan dilaksanakan dengan aman terkendali  tanpa ada perlawanan oleh pelaku tambang ilegal dan selanjutnya para pelaku bibawa ke mako Polres Muratara.

Ia juga mengungkapkan, dari hasil penggerebekan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa,  pentolan emas dengan berat 4,52 gram, mesin genset, satu sepeda motor, alat untuk mengambil tanah seperti suntikan, dan satu drigen minyak solar.

“Akibat perbuatanny ke empat pelaku dapat dikenakan pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,”ujarnya.

Sementara berdasarkan pengakuan dari salah satu pelaku bernama Agus, kepada awak media mengaku baru bekerja selama tiga bulan. Dalam bekerja dirinya menerima upah bervariasi, hal itu sesuai dengan perolehan hasil dompeng.

Selain pengakuan tentang gaji, terduga pelaku juga mengaku mengetahui penyetoran kepada pemerintah Desa.

“Ada setoran setiap bulan ke kades,”Katany. (Snd)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya