oleh

Warga Keluhkan Debu Batubara, Kuasa Hukum Laporkan PT RMK Energi ke Polda Sumsel

-Berita, Daerah, Headline-1.010 views

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Pasca adanya keluhan warga Selat Punai kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang terkait debu batubara beberapa waktu yang lalu, sepertinya memasuki babak baru. 

Pasalnya, perwakilan warga di dampingi Kuasa Hukum MSM LAW FIRM secara resmi telah melaporkan pihak perusahaan ke Polda Sumatera Selatan terkait Pengaduan Masyarakat (Dumas), pada Rabu (24/08) lalu. 

Menurut Julianto selaku Ketua Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS), mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai adanya titik temu yang jelas.

“Kami akan terus mengawal kasus dugaan adanya aduan masyarakat terkait debu batubara yang diduga berasal dari PT Rantai Mulia Kencana (PT RMK) Energi hingga menemukan solusi yang terbaik bagi warga Selat Punai Kelurahan Pulo Kerto Kecamatan Gandus terutama bagi warga yang tinggal di sekitaran RT 25 dan 26,”kata Julianto usai menggelar Konfersi Pers di kantor MSM Law Office Jalan Residen A.Rozak Komplek PHDM IV No 28A Kalidoni Palembang, pada Kamis (02/09) sore Kemarin. 

Julianto juga mengatakan pihaknya bersama kuasa hukum warga telah melaporkan Dumas tersebut ke Polda Sumsel untuk dapat segera menidaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut.

“Kami  meminta agar kasus ini dapat segera teratasi, sehingga ada titik temu dan solusinya bagi warga sekitar,”harapnya. 

Sigit muhaimin, S.H di dampingi Fajar Budiman ,S.H selaku kuasa hukum warga  menyampaikan dalam Konfersi Pers bahwa  proses lidik yang dilakukan oleh Polda Sumsel atas aduan masyarakat terkait pencemaran lingkungan yang di duga disebabkan oleh proses loading batubara PT RMK Energi. 

“Terkait proses lidik, saat ini belum tahu kejelasannya sudah sejauh mana. Kami menduga penangan kasus ini sepertinya terkesan lamban,”ujarnya. 

Ditambahkannya, kami juga meminta dan berharap kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel agar kiranya dapat membantu guna penyelesaian terkait keluhan warga Pulokerto tersebut. 

“Karena kami khawatir apabila debu halus dari batubara tersebut, apabila di diamkan terlalu lama,akan berdampak negatif bagi kesehatan warga sekitar. Dengan demikian, kami meminta kepada pihak pemerintah Sumsel dapat memberikan solusi bagi warga,”ungkapnya. 

Sementara itu, Humas PT RMK Energi, Rusli saat di hubungi melalui WhatsApp pribadinya mengatakan kami dari perusahaan siap memfasilitasi sesuai dengan kamampuan kami. “Sebelum Dumas ini berjalan kami sudah musyawarah dengan RT 25, 26 dan 27 sampai sekarang kami masih menunggu,”pungkasnya. 

Di sisi lain, Mardiansyah selaku Ketua RT 25 membenarkan bahwa  sudah ada pemanggilan oleh pihak perusahaan dan disuruh untuk persiapin lagi data warga. Namun warga sudah jenuh dengan pihak mereka (PT RMK red). “Karena pada Tahun 2020 lalu sudah pernah ada kesepakatan dengan warga,”ujarnya. 

“Setiap datangnya musim debu, mau ngumpuli data warga lagi. Jadi toh yang tahun 2020 kemaren tu kemana, seperti terkesan perusahaan kurang serius menanggapi keluahan warga tersebut karena data sudah lama diserahkan” pungkasnya.

Sebagaimana berita sebelumnya,  Sejumlah warga Selat Punai kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang, mengeluhkan banyaknya debu batubara yang diduga berasal dari PT Rantai Mulia Kencana Energi (PT RMK)  yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim.

Keluhan tersebut, di sampaikan salah satu warga yakni Erwin (38) mengatakan bahwa debu batubara yang diduga berasal dari PT RMK memenuhi semua ruang rumah seperti kamar, ruang tamu bahkan kamar mandi.

“Kami terasa resah dan tergangu tiap hari mesti harus membersihkan debu batubara yang menempel di lantai, dinding bahkan bak kamar mandi,”keluhnya, Selasa (24/8) Serambi mengusap debu yang menempel di dinding rumah.

Ia juga menyampaikan kondisi seperti ini sudah kami rasakan 4 tahun, kami khawatir dengan kondisi kesehatan apabila debu batubara ini terus kami hirup akan berdampak terhadap pernapasan kami.

“Kami mintak tolong dengan pihak pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik buat kami. Sudah 4 tahun kami resah, menderita dalam kondisi seperti ini,”ungkapnya serambi menunjukkan tumpukan debu yang menempel di dinding kamarnya 

Camat Gandus, Ricky Pernandi, S.TP., M.Si dalam kunjungannya ke lokasi mengatakan bahwa kami melihat langsung ke rumah saudara Erwin untuk membuktikan keluhan yang di rasakan warga yang terdampak debu batubara.

“Kami telah melihat dan meninjau langsung ternyata banyak sekali debu yang berceceran menempel di lantai dan dinding ruang tamu kamar tidur bahkan nampak jelas debu berceceran menggenang di dalam bak mandi rumah warga tersebut,”bebernya.

Ricky, menyampaikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Pemerintah Provinsi Sumsel karena Perusahan yang dimaksudkan masuk dalam wilayah Kabupaten Muara Enim sehingga harus koordinasi dengan Pemprov.

“Perusahaan tersebut, bukan masuk dalam wilayah Kecamatan Gandus namun masuk dalam wilayah Kabupaten Muara Enim, maka lebih tepatnya untuk melaporkan keluhan tersebut ke Pemprov Sumsel,”pungkasnya. (JO)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya