oleh

Rakyat Dipusingkan PPKM, Malah ASN OKI Diduga Lakukan “Wik Wik”

KAYUAGUNG, SUMSELJARRAKPOS.com – Saat pemerintah dan rakyat di pusingkan dengan PPKM dan penanganan pandemi Covid 19, seorang oknum kepala Puskesmas di Ogan Komering Ilir (OKI) justru diduga berbuat mesum alias wik wik dengan oknum bidan di ruang Tata Usaha (TU) Puskesmas Desa Penanggongan Duren Kecamatan Tulung Selapan, OKI Sumsel.

Prihal tersebut, terungkap saat Pemerhati Kesehatan OKI datangi kantor Pemkab OKI untuk mengadakan unjuk rasa (unras), peristiwa itu langsung ditindaklanjuti pemerintah daerah setempat. Posisi AS, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Puskesmas terancam lengser hingga dipecat, jika yang bersangkutan terbukti bersalah.

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten OKI, H Antonius Leonardo Didampingi Kepala BKD OKI, Mauliddin dan Kepala Dinas Kesehatan OKI, Iwan Setiawan saat menerima audiensi dari Pemerhati Kesehatan OKI, Kamis (29/7).

Sebelumnya, Organisasi Pemerhati Kesehatan OKI ini menggelar aksi damai di halaman kantor Pemkab OKI. Setengah jam usai menggelar orasi, rombongan diterima langsung jajaran pemerintahan setempat.

Ketua Organisasi Pemerhati Kesehatan OKI, Syamsir mengatakan aksi damai ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dilakukan aksi yang sama di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), awal Juli yang lalu.

Namun hampir satu bulan, tuntut pihaknya belum dipenuhi hingga digelar aksi lanjutan.

“Awal Juli, lalu kami sudah aksi damai di kantor Dinkes, tapi belum direspon oleh Kadinkesnya, Ada apa ini,”Kata Syamsir

Padahal mereka hanya meminta instansi itu menindaklanjuti dan memberi sanksi atas dugaan perbuatan tak seronok yang diduga dilakukan oknum berinisial AS dengan E yang berdinas ditempat yang sama. Keduanya yang sama-sama berstatus ASN diduga bersetubuh di ruang Tata Usaha Puskesmas, saat jam kerja sekitar pukul 09.00 wib

Baca   Secara Door To Door, Jajaran Polda Sumsel Berikan Sembako Yang Terdampak Pandemi Covid 19

Saat sedang indehoy, kata Syamsir, perbuatan keduanya kepergok oleh salah satu staf yang curiga dengan bunyi-bunyi yang aneh di lokasi tersebut. “Oleh AS, staf tadi lalu diintimidasi dan dilarang menceritakan dengan orang lain, “katanya.

Lantaran takut, staf itu tidak berani datang ke Puskes hingga yang bersangkutan bercerita dengan keluarganya yang mengundang kehebohan warga hingga tetangga Desa. Akhirnya, pihak keluarga E yang mendengar itu langsung menuntut AS  agar menikahi E yang jadi pasangan mesumnya. oknum  bidan tersebut, berstatus janda hingga keduanya menikah siri. Saat pernikahan itu, AS juga menyertakan surat izin boleh menikah dari istri Sahnya yang telah dikaruniai anak. “Sebagai warga OKI saya merasa terganggu, karena aksi mesum itu dilakukan ASN yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, status AS saat bermesum sudah memiliki istri sah yang masih serumah. Dan perbuatan itu, dilakukan di ruang TU Puskesmas yang nota bene ruang publik yang dibangun dari uang rakyat. kami secara tegas minta As dipecat. Jelas atitude AS sangat tidak manusiawi dan tidak memberi contoh yang baik pada warga desa, “beber Syamsir.

Saat audiensi, Antonius tampak kaget. Dia meminta Kepala BKD dan Kadinkes langsung merespon dengan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan memanggil langsung AS, termasuk meminta pihak inspektorat agar mendalami kejadian tersebut.

“Kalau memang terbukti salah, kami tidak akan segan-segan melakukan pemecatan selaku kepala Puskesmas hingga pencopotan status ASN-nya. Karena aksinya sudah menciderai dan memberikan preseden buruk kepada masyarakat, “ungkap Antonius.

Dia juga meminta semua instansi di bawah kendalinya agar merespon dan mengambil tindakan cepat. “Lakukan prosesnya secara cepat namun terprosedur. Saya minta jangan ditunda-tunda lagi. surat laporan akan langsung Saya disposisikan kepada Inspektorat hingga proses ke dewan kehormatan untuk pelanggaran ASN-nya. Kami juga akan panggil saksi-saksi di lapangan, ” tegas Antonius (Rel/Red)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya