Tim Macam Polres Ogan ILir “Hebat” Tidak Butuh Waktu Lama Ungkap Kasus Curat Lintas Provinsi

OGAN ILIR, SUMSELJARRAKPOS.com – Tim Gabungan Macan Polsek Indralaya dan Polsek Tanjung Raja berhasil membongkar sindikat pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis laboratorium komputer Sekolah Menengah Atas (SMA) lintas provinsi yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Komplotan pencuri ini telah beraksi di 3 lokasi berbeda yakni Indralaya, Rantau Panjang, dan Rantau Alai.

“Keberhasilan Tim Macan Gabungan dalam pengungkapan 363 ini berawal dari Lp/B-28/Vl/2021/Res OI/Sek pada tanggal 3 Juni 2021 lalu, terkait adanya SMA di Kecamatan Rantau Panjang yang dibobol kawanan pencuri yang menggondol perlengkapan dan peralatan komputer dengan total kerugian mencapai 267 juta rupiah. Dari 25 laporan lainnya, maka secara keseluruhan total kerugian yang ditimbulkan mencapai 3,2 milyar”,kata Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandhy saat menggelar press release di halaman Mapolres Ogan Ilir, Indralaya, Sumsel, Jumat (25/06/21) pagi.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dijelaskan Yusantiyo, berdasarkan laporan itulah Tim Gabungan berusaha mencari informasi-informasi dan dari hasil olah TKP yang telah dikembangkan akhirnya mengarah ke satu/dua orang. Dari penangkapan pertama di wilayah Prabumulih, kemudian berkembang lagi hingga ke Jakarta dan didapatlah beberapa pelaku lainnya.

“Saat ini ada Lima orang tersangka yang berhasil diamankan berinisial PJ, JN, RA, AL, dan JR yang merupakan warga Jakarta dan Jawa Tengah”,ungkapnya.

Adapun kronologi kejadiannya, lanjut Yusantiyo, dengan memanfaatkan situasi pandemic para pelaku melakukan target operasi (TO) ke sekolah-sekolah yang belajar melalui daring dan memiliki laboratorium komputer. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan kunci L lalu mengambil puluhan laptop, PC, TAB, Hardisk, CPU dan alat elektronik lainnya. Setelah selesai beraksi mereka langsung membungkus barang curian tersebut dengan kardus rokok dan mengirimnya menggunakan jasa bus dengan cara dititipkan di loket lalu dikirimkan ke jakarta. Sesampainya di Jakarta, paket curian itu diambil oleh Ginting dijual dengan sistem bayar di tempat kepada Ruben yang saat ini masih dalam pencarian (DPO).

Sementara, menurut salah satu tersangka PJ (41) seorang residivis, warga Jakarta Utara mengatakan kepada media ini, dirinya telah melakukan pencurian ini sejak tahun 2018. Namun sempat vakum lantaran kesulitan menjualnya dan kembali beraksi pada tahun 2020 hingga sekarang.

“Kami selalu beraksi di daerah permukiman yang sepi penduduk. Kami berangkat menggunakan mobil lalu mencari lokasi TO menggunakan aplikasi google maps dan dari hasil yang kami dapat dalam aksi terakhir ini cukup besar yakni 15 juta per orang”,ujarnya di depan awak media.

Sedangkan pengakuan sang penadah barang curian yang berasal dari Jakarta Barat yang turut diamankan mengungkapkan bahwa dirinya menjadi penadah sejak bulan Juli 2020. Di depan awak media, Dia mengutarakan rasa penyesalannya dan menyampaikan permohonan maafnya.

“Saya sadar ini perbuatan salah dan sangat merugikan negara. Saya sangat menyesal dan mohon maaf kepada masyarakat”,tuturnya.

Dan diakhir penyampaiannya, Kapolres OI kembali menerangkan mengenai ancaman hukuman dan pasal yang disangkakan kepada para tersangka pelaku curat ini. “untuk para tersangka ini dikenakan pasal 363 dan 170 yang ancaman hukumannya 12 tahun penjara”,tukasnya. (F’R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *