Cak Amir Imbau Siswa SMK N 4 Palembang Tidak Terpengaruh Paham Radikalisme

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Staff Khusus Gubernur Bidang Agama Provinsi Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi  atau yang akrab di sapa Cak Amir menegaskan kepada para siswa untuk tidak terperosok pada paham yang menjerumuskan dirinya. Ia juga berharap agar para siswa menghormati guru dan ilmu yang diberikannya lebih dari apapun juga.

“Saya berharap agar para siswa tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu. Saya juga menekankan untuk siswa agar dapat belajar yang rajin dan mengisi pembangunan saat ini,” kata Cak Amir yang juga sebagai Ketua PWNU Sumsel ketika usai memberikan ceramah di  SMKN 4 Palembang, Senin (21/6/2021).

Bacaan Lainnya

Para siswa saat ini sudah mampu berpikir maju. Sebab kemajuan teknologi sudah terbuka di depan mata. Tapi juga ada pengaruhnya yang juga harus dihindari. Seperti pengaruh dari narkoba dan pergaulan bebas. Serta tak kalah menakutkan juga pengaruh dari paham radikalisme. Tentu saja guru perlu mengingatkan para siswa untuk tidak terjebak dengan paham menyesatkan tersebut.

“Para siswa harus bisa memilih mana paham yang benar. Sejauh ini saya hanya membenarkan paham Muhammad dan NU saja. Paham lain saya tidak membenarkannya,” tegasnya.

Sementara itu kepala SMKN 4 Palembang Ramot Siahaan mengatakan, sangat senang sekali atas kedatangan staf khusus Gubernur ini. Ia berharap untuk bisa lebih sering lagi berkunjung ke sekolah ini. Saat ditanyai mengenai isi ceramah ia mengatakan isinya seputar pembelajaran para siswa. Ilmu itu sendiri merupakan hal yang diwariskan kepada siapa saja. Terpenting syarat ilmu adalah menghargai guru yang memberikan ilmu tersebut.

“Siapa yang menyakitkan guru tidak ada tobat baginya. Jelas sekali bahwa guru harus dihormati dan dihargai lebih dari siapapun,” kata dia.

Selain itu, agar siswa tidak masuk dalam aliran keras. Isi ceramah sendiri sangat banyak dan berguna. Ia berharap semakin banyak siswa mendapatkan siraman rohani maka siswa akan semakin baik.

“Siswa harus bisa menjaga pergaulan. Jangan sampai masuk dalam aliran dan paham yang sesat,” harapnya. (DN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *