Diskominfo OI Buruh Tinta Media Online dalam 5 Bulan Dihargai Hanya 2 Berita Advertoral, Cetak No

Sejumlah awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten Ogan Ilir mendatangi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ogan Ilir

OGAN ILIR, SUMSELJARRAKPOS.com – Sejumlah awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten Ogan Ilir mendatangi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Senin (24/05/21).

Rombongan wartawan langsung diterima oleh Kepala Dinas Kominfo Yuhanis, diruang kerjanya.

Bacaan Lainnya

Tujuan kedatangan dari beberapa wartawan ini. Gunanya, untuk menanyakan berapa nilai anggaran yang untuk publikasi untuk media, khususnya media online.

Kedatangan para pewarta ini sangat beralasan. Karena ditahun 2021 ini awak media online yang sudah kerjasama dengan Kominfo Ogan Ilir, baru mendapatkan dua berita berbayar (Advertoral) satu berita berbayar dibulan Maret dan satunya lagi dibulan Mei.

Disamping dengan minimnya berita Advertorial untuk media online, para jurnalis ini meminta kejelasan anggaran untuk media online yang dianggarkan di tahun 2021.

Salah satu wartawan Heri Kusnadi, menanyakan prihal apakah benar selama dua kali pencairan ada media yang mendapatkan berita berbayar lebih dari satu berita setiap pencairan, karena mereka dengar demikian.

“Kami cuma memastikan saja, dari itulah kami mintah klarifikasi nya dari bapak sebagai Kepala Dinas Kominfo, prihal berkembang nya dikalangan wartawan dan sempat terbit berita dari salah satu media online bahwa ada sebagian media yang mendapatkan dua atau tiga berita berbayar,” terangnya, Senin (24//05/21).

Lanjutnya, apabila memang demikian. Jangan lah, karena anggaran itu bersumber dari anggaran negara yang dianggarkan melalui anggaran daerah , bukan anggaran pribadi atau golongan.

“Setiap media yaang sudah kerjasama Kominfo Ogan Ilir seharusnya disamakan saja kalau dapat satu berita berbayar, ya satu semua,” ungkapannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Yuhanis mengatakan, dia akan mengecek kebenaran tentang apa yang dikeluhkan para awak media kepada dirinya.

“Saya baru menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo, jadi belum mengetahui hal demikian, nanti saya cek lagi di staf saya,” terang Yuhanis.

Nanti kita benahi, supaya tidak ada kecemburuan sosial diantara awak media. Disamping itu kita maklum juga anggaran kita terbatas, apalagi sekarang dalam keadaan pandemi covid -19.

“Apabila diperlukan nanti kita akan lakukan prefikasi ulang terhadap media media yang sudah kerjasama di Kominfo, karna media yang terdaftar dikominfo sekitar 80 an,” pungkasnya. (Ril/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *