Luar Biasa ! Banyuasin Jadi Salah Satu Pilot Project dalam Pemetaan Tematik Tata Ruang

Bupati Banyuasin H Askolani  mengucapkan terimakasih kepada menteri Agraria menjadikan pemerintah kabupaten Banyuasin menjadi salah satu kabupaten di Sumatra Selatan sebagai pilot project dalam pemetaan tematik tata ruang

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Wakil Menteri ATR /BPN menghadiri rapat Koordinasi kegiatan peta tematatik pertanahan dan Ruang (PTPR), percepatan restribusi tanah objek reforma agraria dari kawasan hutan berbasis tata ruang dan lingkungan bertempat di Hotel Arista Palembang, Kamis (20/05/21).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wakil Menteri ATR /BPN  mengungkapkan bahwa  salah satu pilot project dalam pemetaan tematik tata ruang di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Banyuasin. 

Bacaan Lainnya

Bupati Banyuasin H Askolani  mengucapkan terimakasih kepada menteri Agraria menjadikan pemerintah kabupaten Banyuasin menjadi salah satu kabupaten di Sumatra Selatan sebagai pilot project dalam pemetaan tematik tata ruang.  “Ini salah satu kabar gembira bagi Warga Banyuasin yang saat ini banyak melaksanakan kegiatan pertanian di wilayah kawasan Banyuasin,” ungkapnya.

“Dengan adanya project pemetaan tematik ini akan memperbaiki nilai tambah dan hasil produksi pertanian bagi sektor pertanian di Banyuasin,karena selama ini BPS hanya menghitung luas pertanian baku yang terdaftar maka dengan adanya kegiatan agraria untuk saat ini pembebasan lahan untuk masyarakat yang menguasai lahan ini akan menambah hasil dari produksi pertanian kabupaten Banyuasin,”ungkap Bupati Banyuasin. 

Lahan tersebut sudah dikelola oleh masyarakat namun belum terdaftar karena masih masuk dalam wilayah kawasan, dengan adanya reforma agraria yang di sampaikan Wakil Menteri ATR/BPN tentunya kabar gembira bagi masyarakat Banyuasin sehingga tanah tersebut bisa dikuasai dan dikelola masyarakat secara legal sehingga menjadi nilai tambah produksi pertanian kabupaten Banyuasin.

Kabupaten Banyuasin ada Kawasan Taman Nasional Sembilang, Kawasan Hutan Lindung, Kawasan Swaka yang jumlahnya kurang lebih 400 ribu hektar dan akan diselusuri, dengan adanya project pemetaan tamatik ini ingin memastikan lahan lahan yang masuk dalam kawasan yang di kuasai masyarakat termasuk kawasan masuk desa.

Ada dua desa masuk dalam kawasan seperti Desa Kuala Puntian dan Desa Jero Taro yang masuk kawasan, maka pemerintah kabupaten Banyuasin mengusulkan 47 ribu hektar akan di buat team untuk melihat dari usulan ini apakah akan bisa di bebaskan,pungkasnya (Ril/DN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *