Disbudpar Sumsel Mempunyai Langkah Kongrit untuk Menjaga dan Melestarikan Kebudayaan

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Keragaman kebudayaan yang ada di Sumatera Selatan menjadikan Provinsi Sumsel menjadi unik dan menarik. Kenapa tidak secara demografi wilayah  Sumsel terdiri dari 13 Kabupaten dan 4 Kota dengan keragaman budaya yang di miliki masing masing wilayah yang berbeda beda.

Gubernur H Herman Deru melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  Sumsel, Aufa Syahrizal, SP MSc mengatakan Sumsel memiliki keragaman budaya tentu hal ini yang menjadikan Sumsel lebih berwarna dan menarik

Bacaan Lainnya

“Kita menyimpan banyak sekali kebudayaan yang di miliki setiap daerah. Inilah menjadikan Sumsel sebagai provinsi yang kaya akan kebudayaan dan bahasa,” ungkap Aufa pada Kamis (06/05/21).

Aufa menambahkan untuk melestarikan dan menjaga kebudayaan tetap terjaga keasliannya, maka di butuhkan peran serta penting masyarakat guna melestarikan adat dan budaya itu sendiri.

“Bagaimana mereka menilai dan memaknai dan manfaat adat budaya Khususnya generasi milenial. Karena menghargaai dan mempertahankan adat budaya suatu daerah sebagai marwah bagi masyarakat itu sendiri, “ujar Aufa.

Aufa menjelaskan untuk melestarikan dan mempertahankan kekayaan adat budaya di Sumsel ini. Beberapa langkah kongkrit telah dilakukan oleh Pemerintah melalui Disbuspar dan stakeholders lainnya, diantaranya : telah dibentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang anggotanya terdiri dari Unsur Pemerintah, Arkeolog, sejarahwan dan Budayawan Sumsel.

“Kemudian, TACB telah melakukan pendataan beberapa warisan budaya dan telah melakukan upaya pelestarian budaya baik warisan budaya bersifat benda (Tangible heritage) maupun Warisan budaya tak benda (Intangible heritage), “sambung Aufa.

Masih dijelaskan Aufa bahwa upaya lainnya yang dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan, mengenalkan dan mengembangkan budaya yang ada, yaitu melalui sosialisasi dan pelaksanaan beberapa event budaya. Seperti Festival Sriwijaya, Festival sastra tutur dan berbagai event seni budaya lainnya .

“Kemudian untuk menggali potensi budaya lainnya, dengan melibatkan para seniman dan budayawan yang ada serta beberapa pemangku kepentingan, pemerintah telah melakukan Forum Group Discusion (FGD), tujuannya tidak lain adalah untuk mencari langkah langkah kongkrit dalam upaya melestarikan budaya yang kita miliki,”tambahnya.

Menurutnya, mempertahankan budaya suatu daerah atau daerah sama artinya mempertahankan marwah bangsa. Karena budaya merupakan Jati diri sekaligus harga diri suatu bangsa.

“Artinya bagi bangsa atau daerah yg melupakan adat budayanya, maka siap-siap ianya akan kehilangan jati diri dan harga diri, ” pungkasnya. (DN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *