Di Tuduh Cepu, Ayah dan Anak Aniaya Bocah Di Bawah Umur

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS.com – Penganiayan bocah di bawah umur kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh 2 orang oknum yakni S dan A. Diketahui, S merupakan Ayah kandung A. Penganiayan ini terjadi di dekat Lorong Gorong Gorong tepatnya di RT 32 RW 08 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang, pada Senin (03/05/21) lalu. 

Kronologis penganiayan  berawal saat bocah tersebut, main ke rumah temannya di dekat Gorong gorong, tiba tiba di datangi S langsung menuduh bocah tersebut merupakan cepu. Merasa tuduhkan tersebut tidak benar, bocah itu kemudian beranjak untuk pergi dari TKP. Namun, S malahan menghalanginya untuk pergi serambi menelpon A untuk segera datang ke TKP. 

Setibanya A dengan mengusung sebilah benda tajam seperti pedang. Tak banyak bicara A langsung melayangkan pedangnya ke pinggang korban sebanyak 2 kali. A kembali melayangkan pedang tersebut tapi korban berhasil di tangkap dengan tangannya.  Melihat hal demikian,  S memukuli tubuh serta muka korban minta agar pedang itu di lepas, sampai masyarakat di sekitar datang melerai dan korban pun berhasil menyelamatkan diri.

Tidak terima anaknya di aniaya, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke unit SPKT Polrestabes Palembang dengan nomor laporan Polisi : LP/ B/ 816/ V/ 2021/ SPKT/ POLRESTABES PALEMBANG/ POLDA SUMSEL tanggal 03/ 05/ 2021. Agar masalah penganiayaan yang terjadi terhadap anaknya segera di tindak lanjuti oleh pihak Kepolisian.

“Saya selaku orang tua korban tidak terima dengan adanya kejadian penganiayaan ini terhadap anak saya, apa lagi anak saya tersebut masih di bawah umur” kata Yopi

Yopi melanjutkan, kalau memang anak saya cepu polisi yang di tuduhkannya, mana buktinya dan siapa yang pernah jadi korbannya. Mestinya hal ini tidak perlu terjadi, apa lagi dia seorang senior dan menjadi panutan bagi warganya, kalaupun anak saya ada salah, bisa menemui saya selaku orang tuanya dan bisa di selesaikan secara baik baik.

“Sekarang masalah ini sudah saya serahkan kepada pihak yang berwajib yaitu pihak Kepolisian, biarlah pihak Kepolisian yang menangani masalah ini sampai tuntas” terang ketua RT 07 RW 02 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang.

Korban menuturkan, sangat terkejut sekali tiba tiba S datang mendekati dan langsung menuduh cepu sambil menghalangi langkah aku nak berlari dari tempat tersebut.

“Dio menghalangi langkah aku sambil ngebel anaknyo untuk cepat datang, idak lamo dari dio ngebel datanglah anaknyo sambil bawak pedang dan langsung ngapak duo kali arah pinggang, nak ngapak lagi yang ke tigo kalinyo langsung aku tangkap, sewaktu pedang ado di tangan aku itulah bapaknyo neman mukul badan aku dan raih aku, minta agar pedang itu aku lepaskan dari cengkraman tangan aku” terangnya saat di konfrimasi awak media ini.

Untunglah, warga setempat datang melerai dan mengambil pedang itu, aku pun langsung lari menyelamatkan diri ke arah hutan yang ada di sana, kemudian balek ke rumah dan melaporkan kejadian ini kepada keluarga aku. Lanjut korban. 

Dari kejadian ini, korban mengalami luka di jari tangan, beret merah di belakang pinggang sebelah kanan, bibir pecah, dan badan terasa sakit semua.

Kasubag Humas Polretabes kota Palembang Kompol M. Abdullah mengatakan, benar telah menerima laporan penganiayaan anak di bawah umur. “Benar kita telah menerima laporan penganiayaan anak di bawah umur, secepatnya akan di tindak lanjuti” tuturnya.

Laporan : Viin.R | Editor : FB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *