Proyek Pembangunan Galian Drainase, Di Risaukan Sejumlah Pengguna Jalan dan Warga

MUBA, SUMSEL JARRAKPOS – Patut dipertanyakan keberadaan Proyek galian drainase yang berada di jalan lintas Betung-Sekayu tepatnya ada di Desa Teluk Kijing 3 Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan bisa mengancam keselamatan banyak orang.

Pasalnya, proyek galian drainase itu ada tiang listrik milik PLN yang lebih lama ada.

Pengerjaan galian proyek pembangunan drainase/trotoar yang sedang dilaksanakan di jalan lintas Betung – Sekayu itu menyebabkan tiang listrik milik PLN nyaris roboh, posisinya sangat membahayakan baik bagi warga yang berdomisili disepanjang proyek termasuk bagi pengguna jasa jalan tersebut, karena di tiang itu terdapat kabel jaringan PLN yang dialiri listrik tegangan tinggi.

Eko (47), sopir travel jurusan Palembang-Lubuk Linggau kepada wartawan mengatakan proyek galian pembangunan draenase tersebut benar-benar pengerjaanya ngawur, sebab di melintas tiang PLN dan terdapat jaringan kabel listrik tegangan tinggi, “jika nantinya roboh, tentu tidak sedikit memakan korban jiwa, baik bagi masyarakat setempat maupun para pengguna jalan itu, ” ungkapnya. 

Warga Plaju Palembang itu menilai proyek itu jelas bakal berbahaya jika tetap dikerjakan semacam itu, karena suatu saat tidak usah ditimpah pohon, ada angin walau tidak terlalu kencang pun tiang PLN itu akan roboh dengan sendirinya.

“Apalagi sedang ada hujan deras disertai angin, jelas musibah ada di depan mata, aku mantan pekerja kontraktor, ” katanya. 

Hal senada diungkapkan Sholikin (57) mantan konsultan era tahun 80-90 an bahwa proyek galian untuk pembangunan draenase jelas tak bisa diterima dengan akal waras. “Proyek itu tidak punya dasar proyek jelas, maka hanya dikerjakan sembarangan tanpa pertimbangan resiko, “ujarnya.

“Jadi proyek tersebut, wajib mendapat perhatian oleh dewan perwakilan rakyat dan Pemerintah dari Kabupaten Musi Banyuasin dan pengerjaanya itu wajib dihentikan sebelum memakan korban jiwa, harus diberhentikan dan dilakukan kajian ulang, ” harapnya. 

Dia, sangat menyayangkan pelaksanaan proyek tersebut yang diduga tidak dilakukan secara profesional sehingga mengakibatkan terganggunya asset negara lain yang berguna bagi rakyat.

“Seharusnya pihak pelaksana sebelum melakukan penggalian harus diperhatikan dampak yang akan dilakukan, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, “tandasnya.

“Yang diherankan olehnya, mengapa para wakil rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin termasuk Dinas terkait di Kabupaten Musi Banyuasin tak memperdulikan keberadaan proyek yang bakal mengancam keselamatan manusia itu, apa harus menunggu ada jatuh korban dulu baru ada tindakan, karena limbah galianya pun terlihat sudah mengganggu penggina jalan itu,” tutup konsultan senior ini. 

Terpisah, Kepada wartawan media lain sebelumnya Kepala Desa Teluk Kijing III Yupanser Ahmad SE, mengatakan sangat menyayangkan dengan kondisi proyek galian pembangunan drainase yang dilakukan di sepanjang jalan lintas Betung-Sekayu di dalam Desanya. “Sudah ada yang nyaris roboh tiang listrik yang aktif dan sudah terpasang lama, jika diteruskan galian itu, bisa saja tiang listrik itu bakal roboh semua,” jelasnya.

Lanjut Yupanzer, satu diantaranya sudah mengalami kemiringan dan nyaris roboh, dan beberapa tiang listrik lainya diurug (ditimbun-red) kembali seadanya agar tidak ikut roboh.

“Kami sport proyek pembangunan pemerintah yang berdampak kepada masyarakat secara positif, namun dalam pelaksanaanya harus dilakukan secara profesional sehingga tidak berdampak kepada infrastruktur lainya,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah pengguna Jalan Raya Betung – Sekayu  mengeluhkan tanah galian proyek pembangunan drainase/ trotoar yang sedang melakukan pekerjaan di jalan lintas Desa Teluk Kijing III dan Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin.

Pasalnya, tanah hasil galian pekerjaan yang​ belum diketahui secara pasti nilai kontraknya dan pemenang tendernya tersebut, diletakan disisi badan jalan raya, sehingga menyebabkan terganggunya kendaraan yang melintas.

Panda selaku pengawas pelaksanaan proyek tersebut berusaha dikonfirmasi oleh media ini melalui WhatsApp yang ada, hingga beritanya ditayangkan belum ada memberi jawabanya (*) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *