Terowongan Gunung Gajah Menjadi Cagar Budaya Kabupaten Lahat

LAHAT – Tahun 1914 perusahaan kereta api di masa Hindia Belanda memulai pembangunan jalur kereta api dari Kertapati menuju Prabumulih hingga Lubuklinggau melalui Muara Enim, Lahat dan Tebing Tinggi.

Kemudian April 1924, selesai pembangunan stasiun kereta api di Lahat dan terus melanjutkan pembangunan jalur kereta api menuju Tebing Tinggi hingga Lubuklinggau. Karena kontur alam yang berbukit, maka pihak perusahaan membangun terowongan kereta api.

Bacaan Lainnya

Terowongan kereta api pertama dibangun tak jauh dari Stasiun Kota Lahat yang diarsiteki oleh Willem sehingga terowongan kereta api ini disebut dengan Willem Synjal Tunnel, kemudian terowongan kereta api terkenal dengan sebutan Terowongan Kereta Api Gunung Gajah karena letaknya di Kelurahan Gunung Gajah Kecamatan Lahat. 

Terowongan kereta api tersebut dibangun tahun 1928-1929 dengan panjang 365 meter. Setelah masa kemerdekaan terowongan kereta api ini sempat ditutup dan dibuka kembali pada tahun 1952.

Terowongan Kereta Api Gunung Gajah hingga kini masih berfungsi dengan baik untuk kereta penumpang, kereta barang dan kereta BBM menuju Lubuklinggau.

Semoga Pemerintah Kabupaten Lahat dapat menetapkan Terowongan Gunung Gajah menjadi Cagar Budaya Kabupaten Lahat yang juga dapat dijadikan destinasi wisata sejarah yang akan melengkapi pariwisata Kabupaten Lahat, yang telah terkenal seperti situs megalit terbanyak se-Indonesia sehingga Kabupaten Lahat terkenal dengan julukan Negeri 1000 Megalit (DN) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *