Lapas IIB Muara Enim Ciptakan Warga Binaan yang Produktif dan Kreatif

MUARA ENIM, SUMSELJARRAKPOS – Mungkin dalam benak pikiran kita beranggapan para narapidana setelah menjalani hukuman di lapas dicap miring oleh sebagian masyarakat. Ternyata anggapan tersebut tidaklah benar, karena semasa narapidana menjalani hukuman di dalam lapas mereka mendapatkan pembinaan baik pembinaan rohani maupun keterampilan.

Hal tersebut, terbukti setelah wartawan media ini mengadakan kunjungan  ke Lapas IIB Muara Enim beberapa hari yang lalu terlihat dalam kunjungan tersebut, para warga binaan mendapatkan pembinaan baik rohani maupun keterampilan.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui Lapas IIB Muara Enim merupakan salah satu lapas yang mendapatkan penghargaan sebagai lapas produktif. Hal ini di ungkapkan oleh Kalapas IIB Muara Enim, Herdianto, Amd.IP, SH, M.Si melalui Kasibinadik, Taufik dan di dampingi oleh Iwan selaku Kasubsi Kegiatan Kerja  dalam bincang bincang santai dengan media sumseljarrakpos.com yang di adakan di lapas IIB Muara Enim pada Sabtu (09/04/21) lalu.

Taufik dalam perbincangan tersebut menyampaikan warga binaan yang ada di Lapas IIB Muara Enim, kami berikan bekal berupa pembinaan rohani maupun keterampilan. “Untuk pembinaan rohani bersifat keagamaan, sedangkan keterampilan tentunya bersifat bekal kemampuan yang akan di miliki para warga binaan,”ungkap Taufik selaku Kasibinadik Lapas IIB Muara Enim. 

“Pembinaan keterampilan kami sesuaikan dengan bakat dan minat warga binaan. Pembinaan ini berupa pelatihan seperti pelatihan mekanik, las, salon, kontruksi, konvensi, kelistrikan, kerajinan tangan bahkan banyak lagi yang lainnya,”kata Taufik yang didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja. 

Masih kata Taufik, tujuan pembinaan ini untuk menciptakan keterampilan bagi para warga binaan yang akan menjadi bekal mereka nantinya setelah menjalani hukuman. “Diharapkan dengan bekal tersebut, para napi mampu menjadi orang yang lebih baik lagi nantinya”ucap Taufik dalam bincang santai 

“Untuk menciptakan warga binaan yang produktif dan mandiri tentunya kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti lembaga pelatihan, produsen pengrajin kain batik, jumputan dan lain sebagainya. Dan tak hanya keterampilan yang mereka dapatkan tapi juga mendapatkan sertifikat yang di akui oleh dinas ketenagakerjaan”jelas Taufik.

Taufik juga mengatakan salah satu produksi warga binaan yang sudah dipasarkan keluar seperti masker, kain baik, jumputan, meja, bahkan masih banyak lagi yang lainnya. “Bahkan ada juga tawaran dari orderan dari masyarakat seperti menjahit baju jika di uraikan satu persatu mungkin tak terhitung sudah berapa banyak hasil karya warga binaan kita yang sudah di pasarkan keluar”tambah Taufik

“Kepala Lapas (Kalapas) IIB Muara Enim juga berencana akan membuka semacam grapari khusus yang nantinya hasil karya warga binaan akan dijual di grapari tersebut, baik seperti kain batik, jumputan lemang, ukiran, bahkan hasil karya lainnya”ujar Taufik. 

Taufik menambahkan satu hal yang perlu diketahui jumputan Lemang sudah memiliki Hak Cipta (Paten). Kata Lemang sendiri berasal dari nasi bakar yang di masak dalam bambu yang merupakan makanan khas Kabupaten Muara Enim. “Jadi kain jumputan lemang bermotifkan bambu yang menggambarkan tradisi nenek moyang tiap malam 1 Muharam”lanjut Taufik sambil bicara jika ingin tau jauh tentang jumputan lemang datang lagi kesini candanya kepada wartawan media ini. 

“Bagi masyarakat yang membutuhkan tenaga kerja dalam hal keterampilan bisa memberdayakan warga binaan kami. Karena warga binaan lapas IIB Muara Enim sudah handal dan bersertifikat sehingga jangan diragukan lagi kualitas hasilnya”pungkas Taufik

Taufik juga menyampaikan pesan dari Kalapas IIB Muara Enim yakni memberikan ucapan terima kasih dan apreasi atas dukungan yang diberikan Media Online Sumseljarrakpos.com  yang senantiasa menyampaikan informasi yang positif di Lapas Muara Enim.

Laporan : Tim Sumsel Jarrakpos | Editor : DN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *