Kesenian Teater Dulmuluk Harus Tetap di Lestarikan dengan Mengikuti Perkembangan Zaman

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Teater Dulmuluk merupakan suatu kesenian tradisional Sumatera Selatan yang berasal dari Kota Palembang. Alkisah, teater ini berawal dari pedagang keturunan Arab yang bernama Wan Bakar yang tinggal Kota Palembang.  Awalnya, namub sering pulang pergi ke Singapura untul berdagang. Awalnya, Wan Bakar membacakan syair Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat 16 Ulu Palembang. 

Kisah singkat asal mula teater Dulmuluk tersebut, disampaikan Ketua Komunitas Batanghari Sembilan (Kobar 9), Vebri Al Lintani. Kata Vebri, pembacaan syair Abdul muluk ternyata diminati oleh masyarakat. Wan bakar diminta membaca syair di kegiatan perhelatan syukuran khitanan dan pernikahan.oleh karena, kitab Abdul Muluk cukup panjang, lalu Wan Bakar membentuk kelompok baca syair. Tahap berikutnya dilengkapi dengan pembagian oeran, musik, tari dan kostum. Pada tahap ini, pembacaan syair menjelma menjadi bentuk teater.

“Dalam setiap pementasan, ada beberapa orang pemain sesuai kebutuhan peran dan 4 orang pengiring musik, yang memperagakan aktingnya di depan para penonton. Teater khas Sumsel ini menceritakan tentang kisah Abdul Muluk dengan syair-syair berbahasa Melayu sebagai dialog oleh pemain bangsawannya”, jelas Vebri.

Selain itu, lanjut Vebri, ada juga Khadam, sebagai peran tambahan yang jenaka dan menggunakam bahasa Palembang.

Vebri juga menuturkan bahwa teater Dulmuluk secara resmi telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Bangsa oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia pada 16 Desember 2013. “Pada Tahun 2014, teater Dulmuluk telah mendapatkan sertifikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kemendikbud Republik Indonesia.

“Namun, seriringnya kemajuan zaman, teater Dulmuluk seakan kurang diminati oleh para kaum remaja saat ini. Untuk itu, harus ada langkah revitalisasi dan adaptasi yang mengikuti perkembangan zaman dengan tetap memertahankan pakem Dulmuluk” sambung Vebri. 

Bukan itu saja, Vebri juga menyampaikan bahwa kami (Kobar 9 Red) akan terus melakukan advokasi kebijakan kepada pemerintah daerah dan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang teater Dulmuluk. 

“Tentu kita berharap, teater Dulmuluk tidak hanya mendapat sertifikat WBTb tersebut, tetapi dapat lestari dan berjaya kembali di tanah kelahirannya sendiri” pungkasnya.

Sementara itu, Aufa Syahrizal selaku Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel saat di mintai tanggapannya melalui via WhatApps Pribadinya menyampaikan bahwa sebagai masyarakat Sumsel kita patut beebangga dengan keberagaman budaya yang kita miliki. Salah satu teatrikal Dulmuluk. Karena Dulmuluk merupakan seni teatrikal yang sangat unik yang kental dengan mengangkat tentang cerita rakyat. 

“Keunikan Dulmuluk inilah yang menjadikan daya tarik tersendiri sehingga cerita Dulmukuk ini diakui sebagai WBTb secara Nasional. Oleh karena itu,  WBTb ini harus kita pertahankan dan di lestarikan. Alhmadulillah saat ini kesenian teaterial dulmuluk ini sudah mulai di gemari oleh generasi milenial.”ujar Aufa dalam pesan WhatsAppnya. 

Lebih lanjut, Aufa juga nengatakan hal tersebut,  terbukti para pemainnya atau pemerannya sudah mulai melibatkan generasi milenial. Bahkan para tenaga medis / Dokter pun sudah pernah membentuk group dulmuluk yang pemainnya adalah pada dokter muda dan perawat.

“Pemerintah akan selaku mendukung setiap warisan budaya yang ada di Sumsel dan kita akan terus menggali potensi-potensi WBTb yang lain dan masih banyak tersebar di 17 Kabupaten/ Kota se Sumsel”ungkapnya.

Hal serupa juga diutarakan H Hidayat Comsu selaku Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Sumsel bidang Kebudayaan dan Pariwisata saat di mintai tanggapannya melalui via WhatApps Pribadinya mengutarakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel, Herman Deru tentunya sangat mendukung akan pelestarian kesenian dulmuk ini, Karena Dulmuluk merupakan seni teatrikal yang sangat unik yang kental dengan mengangkat tentang cerita rakyat.  

“Tentunya, Pemprov Sumsel akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga dan melestarikan serta menggali potensi potensi kebudayaan yang ada di Sumsel sehingga tidak hilang di makan zaman”tutupnya. 

 Laporan : Danu | Editor : DN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *