Petani Menjerit, Ketua DPW PKB Sumsel Angkat Bicara

Drs, Ramlan Holdan, Ketua DPW PKB Sumsel

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS – Rencana Pemerintah untuk melakukan impor beras menimbulkan banyak polemik di tambah dengan harga gabah yang kian anjlok sehingga membuat petani padi menjerit bahkan merugi.

Hal ini membuat ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Selatan, Drs. Ramlan Holdan angkat bicara dalam perbincangan santai di Sekretariat DPW PKB Sumsel, Jl Karateka Palembang, pada Rabu (24/03/21) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam perbincangan tersebut, Ramlan mengatakan rencana pemerintah untuk mengimpor beras seharusnya di lakukan pengkajian terlebih dahulu akan persediaan stok beras.

“Semestinya, pemerintah dalam hal ini kepala bulog maupun menteri pertanian seharusnya terlebih dahulu menyampaikan rincian data stok beras nasional ke menteri perdagangan sehingga data tersebut dapat di jadikan ajuan dalam mengambil kebijakan tersebut” ucapnya.

Pentolan DPW PKB Sumsel ini juga menyampaikan apabila memang terjadinya kekurangan stok beras di Indonesia maka di sinilah di butuhkan peran serta bulog untuk saling menutupi stok beras. “Jika memang tidak memungkinkan hal tersebut, saya kira sah sah saja untuk melakukan impor beras.” ungkapnya

“Memang isu ini bermuara dari pernyataan Menteri Perdagangan, tentang rencana impor beras yang bukan karena alasan kekurangan pasok tetapi untuk alasan menjaga ketahanan pangan,sehingga persediaan pasok beras harus dijaga dalam jumlah tertentu”.tambahnya.

Ramlan juga menyampaikan terkait masalah harga gabah yang anjlok ini di butuhkan keberanian bulog untuk turun langsung membeli gabah ke petani sehingga dapat menyesuaikan dengan ketentuan HPP GKP maupun GKG yang telah di tentukan pemerintah.

“Bulog mempunyai peranan sangat penting dalam mendongkrak harga gabah di kalangan petani sehingga petani dapat sejahtera” pungkasnya. (Red/DN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *