Pemprov Sumsel Akan Segera Turunkan Satgas Nasional Guna Percepatan Penyetabilan Harga Gabah

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS – Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si, menegaskan bahwa untuk Provinsi Sumatera Selatan mengalami surplus beras. Karena proyeksi panen gabah untuk bulan Maret – April 2021 saja hampir 1 juta ton gabah belum lagi di tambah dengan produksi beras tahun 2020 mencapai 2,8 juta ton beras.

“Dengan demikian, untuk kebutuhan beras di Sumatera Selatan mengalami surplus beras di tambah lagi Sumsel sudah masuk masa panen sehingga diyakini produksi beras Sumsel pada 2021 ini akan melebihi jumlah tersebut,”ungkap Bambang saat di jumpai di ruang kerjanya pada Selasa (23/03/21).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Bambang, sejalan dengan apa yang disampaikan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru bahwa kita (Sumsel) tidak memerlukan impor beras karena stok beras di Sumsel mengalami surplus.

“Jadi di harapkan isu beras impor ini jangan sampai semakin membuat petani hilang semangat untuk meningkatkan bertanam dan berproduksi, sebab dampak paling besar dengan adanya isu ini adalah kepada petani. Karena kita butuh spirit petani ini jangan bertolak belakang. Di satu sisi kita ingin produksi ini bertambah, tapi di satu sisi isu itu membuat dampak semakin jebloknya harga,”harapnya senanda dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel.

Ketika di singgung terkait harga gabah kering di kalangan petani mengalami penurunan dibawah HPP GKP Bambang mengatakan bahwa dari pihak Pemprov Sumsel telah berupaya mengatasi dampak ini Gubernur bersurat surat ke Menteri Pertanian RI untuk menurunkan tim satgas nasional melakukan percepatan penyerapan harga gabah di Sumsel.

“Gubenur Sumsel telah mengirimkan surat ke pemerintah pusat dalam hal ini menteri pertanian RI untuk menurunkan tim satgas nasional percepatan penyetabilan harga gabah di kalangan petani hingga sesuai dengan HPP yang ditentukan oleh pemerintah”beber tambahnya.

Disampaikan Bambang saat ini harga adalah bagian yang paling penting bagi petani. “Yang paling penting, petani bisa menerima harga (harga jual beras atau gabah) yang lebih baik,”pungkasnya. (Red/DN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *