Satpol PP Banyuasin Robohkan Warung Esek-esek, Di duga Tempat Maksiat

BANYUASIN, SUMSEL JARRAKPOS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuasin melakukan penertiban warung kopi yang selama ini di duga sebagai tempat berbuat maksiat di Simpang Lubuk Saung Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Selasa (23/03/21).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, warung tersebut sudah sekitar 6 bulan ini berdiri dan meresahkan warga sekitar. Mirisnya lagi, warung tersebut tidak jauh dari Jalan Lingkar Timur Area Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Bacaan Lainnya

Kasat Pol PP Banyuasin Drs Indra Hadi Msi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah pernah memperingatkan pemilik warung untuk berhenti beroperasi, namun warung tempat maksiat yang berkedok warung kopi tersebut masih tidak mengindahkan.

Akhrinya, Satpol PP Banyuasin berkerjasama dengan Polres Banyuasin mendatangi lokasi dan merobohkan warung kopi tersebut sama rata dengan tanah.

“Ya memang bemar kami telah bongkar paksa,dikarnakan pemilik warung tersebut sudah pernah diberi teguran,namun ternyata pemilik usaha masih bandel.oleh karena itu pihaknya melakukan eksekusi terhadap warung esek-esek tersebut,”ungkapnya.

Dikatakan Indra Hadi, dari penertiban itu, juga diamankan beberapa orang wanita, alat kontrasepsi berupa kondom dan beberapa botol minuman keras.

“Sebelumnya kita sudah adakan razia dan mengamankan empat orang wanita diduga kembang meja dan alat kontrasepsi serta miras. Keempat wanita tersebut mengaku melayani lelaki hidung belang,”katanya.

Indra menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen memberantas maksiat. Pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku usaha yang tidak mendukung Program Banyuasin Religius.

“Ini sesuai perintah Bupati, demi mewujudkan Banyuasin Religius. Kita dalam menegakan Perda tidak akan melihat siapapun orang yang dibelakangnya, apabila melanggar Perda kita tindak,” tegas Indra.

Diakuinya, jika pihaknya sudah enam kali melakukan pembongkaran warung remang remang. Pihaknya akan terus melakukan pembongkaran jika masih menemukan warung kopi yang menjajakan wanita malam.

“Kami juga berharap peran serta masyarakat agar dapat memberikan informasi jika masih ada tempat maksiat yang berdiri di Banyuasin,”tandasnya

Laporan : Bella | Editor : Wanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *